Jalan Batutulis merupakan sebuah jalan yang sangat paling spesial diantara jalan-jalan lainnya yang terdapat di kota Bogor, ini dikarenakan jalan ini mempunya nilai historis dan berusia sangat tua, menjadi saksi bisu atas kebesaran dan kemakmuran sebuah negeri yang bernama Pakuan Pajajaran, Jalan batutulis ini ditemukan oleh tim ekspedisi Belanda sekitar pada abad 17-an pada saat tim ekspedisi ini melakukan pencarian puing-puing bekas istana kerajaan Pakuan Pajajaran, dan menemukan hasil bahwa hanya jalan inilah yang mempunyai kesan wajah bekas sebuah pusat ibu kota kerajaan jaman dulu. Hal ini didasarkan karena tim ekpedisi Belanda menemukan balai-balai batu besar yang rapih dan mengkilat di sepanjang jalan batutulis sekarang.
Tempat-tempat penting yang terdapat di Jalan Batutulis
a. Istana Batutulis
Gambar : Istana Batutulis nampak dari depan jalan, foto : Hermawan-Penulis.
b. SDN Batutulis 2
Gambar : SDN Batutulis 2 nampak dari depan jalan, foto : Hermawan-Penulis.
c. Prasasti Batutulis(bekas reruntuhan Istana Pakuan Pajajaran, ekspedisi Belanda)
Gambar : Situs Prasasti Batutulis nampak dari depan jalan, foto : Hermawan-Penulis.
Gambar : Reklame Batutulis nampak dari depan jalan, foto : Hermawan-Penulis.
2. Jalan Empang
Gambar 1 : Jalan Empang tahun 2013 (Foto: Hermawan-Penulis)
Gambar 2 : Jalan Empang Tahun 1875 (Foto sumber: Bogoronline.com)
Jalan Empang pada jaman kerajaan Pakuan Pajajaran dahulu kala, merupakan sebuah lapangan Alun-alun Ibukota Pakuan Pajajaran. Di tempat inilah sering digelar acara-acara keagamaan, upacara kerajaan, ataupun pesta rakyak Pajajaran, dan menurut cerita Kidung Sunda bahwa di tempat inilah para pasukan Pajajaran sering melakukan peperangan dengan musuh-musuhnya yang datang menyerang dari negeri tetangga seperti Kesultanan Banten yang selama 5 tahun menyerang Kerajaan Pajajaran tapi selalu kalah akibat pertahanan Pasukan Pajajaran yang begitu kuat. Yang pada akhirnya pertahanan benteng inipun jebol oleh Pasukan Banten itu pun akibat penghianatan yanag dilakukan oleh komandan penjaga benteng ibukota Pakuan yang sengaja membukakan pintu untuk pasukan Banten.
Alun-alun Empang sekarang (tahun 2013) sudah menjelma menjadi sebuah persimpangan jalan yang menghubungkan jalan yang menuju Jalan Pahlawan dan jalan Juanda. Sudah nampak berbagai macam bangunan berdiri disepanjang jalan ini. Dan daerah ini di Kota Bogor terkenal dengan perkampungan Arab-nya, banyak toko-toko yang menjual barang-barang khas Timur Tengah seperti: Kurma, furniture, air jam-jam, pernak pernik dan lain-lain, rata-rata para penjualnya pun orang-orang Arab asli dan keturunannya.
3. Jalan Pahlawan
Gambar : Jalan Pahlawan memanjang menuju kearah jalan Batutulis
Pada Jaman Kerajaan Pajajaran dahulu, jalan Pahlawan ini merupakan jalan utama menuju Istana Raja Pajajaran di sekitar Batutulis, Jalan ini meghubungkan antara Istana Raja dengan alun-alun kerajaan yang terletak di Jalan Empang dan merupakan salahsatu Gerbang Utama dari 4 Gerbang memasuki daerah Ibukota Kerajaan Pajajaran (Dayeuh Dalem/ Kuta Daleum).
Mengapa Jalan ini disebut Jalan Pahlawan karena dijalan ini terdapat bangunan Taman Makam Pahlawan Nasional di daerah Dreded. Disepanjang Jalan Pahlawan jaman sekarang sudah banyak berdiri bangunan-bangunan rumah penduduk dan sentra-sentra ekonomi lainnya.
Sumber : Hermawan-Penulis
b. SDN Batutulis 2
Gambar : SDN Batutulis 2 nampak dari depan jalan, foto : Hermawan-Penulis.
c. Prasasti Batutulis(bekas reruntuhan Istana Pakuan Pajajaran, ekspedisi Belanda)
Gambar : Situs Prasasti Batutulis nampak dari depan jalan, foto : Hermawan-Penulis.
Gambar : Reklame Batutulis nampak dari depan jalan, foto : Hermawan-Penulis.
2. Jalan Empang
Gambar 1 : Jalan Empang tahun 2013 (Foto: Hermawan-Penulis)
Gambar 2 : Jalan Empang Tahun 1875 (Foto sumber: Bogoronline.com)
Jalan Empang pada jaman kerajaan Pakuan Pajajaran dahulu kala, merupakan sebuah lapangan Alun-alun Ibukota Pakuan Pajajaran. Di tempat inilah sering digelar acara-acara keagamaan, upacara kerajaan, ataupun pesta rakyak Pajajaran, dan menurut cerita Kidung Sunda bahwa di tempat inilah para pasukan Pajajaran sering melakukan peperangan dengan musuh-musuhnya yang datang menyerang dari negeri tetangga seperti Kesultanan Banten yang selama 5 tahun menyerang Kerajaan Pajajaran tapi selalu kalah akibat pertahanan Pasukan Pajajaran yang begitu kuat. Yang pada akhirnya pertahanan benteng inipun jebol oleh Pasukan Banten itu pun akibat penghianatan yanag dilakukan oleh komandan penjaga benteng ibukota Pakuan yang sengaja membukakan pintu untuk pasukan Banten.
Alun-alun Empang sekarang (tahun 2013) sudah menjelma menjadi sebuah persimpangan jalan yang menghubungkan jalan yang menuju Jalan Pahlawan dan jalan Juanda. Sudah nampak berbagai macam bangunan berdiri disepanjang jalan ini. Dan daerah ini di Kota Bogor terkenal dengan perkampungan Arab-nya, banyak toko-toko yang menjual barang-barang khas Timur Tengah seperti: Kurma, furniture, air jam-jam, pernak pernik dan lain-lain, rata-rata para penjualnya pun orang-orang Arab asli dan keturunannya.
3. Jalan Pahlawan
Gambar : Jalan Pahlawan memanjang menuju kearah jalan Batutulis
Pada Jaman Kerajaan Pajajaran dahulu, jalan Pahlawan ini merupakan jalan utama menuju Istana Raja Pajajaran di sekitar Batutulis, Jalan ini meghubungkan antara Istana Raja dengan alun-alun kerajaan yang terletak di Jalan Empang dan merupakan salahsatu Gerbang Utama dari 4 Gerbang memasuki daerah Ibukota Kerajaan Pajajaran (Dayeuh Dalem/ Kuta Daleum).
Mengapa Jalan ini disebut Jalan Pahlawan karena dijalan ini terdapat bangunan Taman Makam Pahlawan Nasional di daerah Dreded. Disepanjang Jalan Pahlawan jaman sekarang sudah banyak berdiri bangunan-bangunan rumah penduduk dan sentra-sentra ekonomi lainnya.
Sumber : Hermawan-Penulis



Tidak ada komentar:
Posting Komentar